HIDUP INI TERKADANG TEMAN JADI LAWAN DAN LAWAN JADI TEMAN
Halah emboh bro...!!! ''terdengar ucapan dari sebuah pos kamling' ternyata ada perdebatan hebat...!!!
Sebut saja Kang.Parno sedang menyapa Bang.Mus
Ucap Kang.Parno : Pilih Nomer urut satu, Coblos nomer dua, Tusuk nomer tiga.
Lalu Bang.Mus menjawab : 'Halah emboh bro..bro..' jangan sampai jadi korban politik, kita ini hanya rakyat kecil,wong cilik isone mung ongklak angklek, yang bisanya hanya memilih sesuai hati nurani kita...?
Kang.Parno : Yaa kita kan wajib mengunggulkan idola kita masing-masing coy... Entah itu Nomer urut satu, Nomer urut Dua atau Nomer urut Tiga.
Bang.Mus : Bener....!!! idola sih idola, tapi apa iya setelah terpilih nanti dia masih ingat sama kita ini.
Tiba-tiba datang seorang pemuda, sebut saja namanya Cak.Untung
Menyerobot masuk dalam obrolan Kang.Parno dan Bang.Mus
"Betul itu...!!! pasti mereka masih ingat sama kita, lha wong tadi saya ikut perkumpulan kok"
Bang.Mus : Apa buktinya bila mereka terpilih nanti masih ingat sama kita...?
Cak.Untung : Lhaa ini saya dikasih baju kaos (bergambar kandidat) dan bukan hanya baju kaos saja,tapi saya juga dikasih uang bensin, 'katanya sebagai ongkos kepertemuan mereka,serta uang capek'
Kang.Parno : Wahh enak dong...? Kenapa tadi tidak ajak saya, pasti uang capeknya tebel tuh...?
Cak.Untung : Itulah gunanya nama "Untung" hidupnya selalu berUntung.. Hahahahahaaa (sambil tersenyum lebar)
Bang.Mus : Apa jaminannya bila mereka tidak lupa terhadap kita..? kita sudah susah payah meluangkan waktu kepertemuan mereka dan sudah mengorbankan tanggung jawab kita sebagai kepala keluarga..?
Cak.Untung : Kenapa mesti pakai jaminan, lha ini kan sudah terbukti, kita kepertemuan mereka dikasih makan juga kok...? dikasih pengganti uang capek dan uang bensin. Tentu ini sangat cukup buat anak istri dirumah.
Kang.Parno : Betulll itu betulll...!! (Nada sedikit membela Mas.Untung)
Bang.Mus : Apa kalian tidak berpikir kedepan...?
Cak.Untung : Saya sudah berpikir kedepan, karena beliau yang saya jagokan sudah memberi bukti dan bukan janji..
Kang.Parno : Lain kali kalau ada pertemuan lagi, ajak-ajak saya ya coy... Lumayanlah hasilnya buat anak bini
Cak.Untung : Tenang saja Kang.Parno, pasti saya kabari.
Kang.Parno : Okey siip coy...
Bang.Mus : Yang begini ini susah diajak hidup bersih...?
Cak.Untung dan Kang Parno serentak menjawab.
"Maksudnya gimana Bang..?"
Bang.Mus : Lha iya,,,, rakyat selalu menyuarakan Anti KORUPSI, Kolusi dan Nepotisme. Tapi ternyata kita sendiri yang memulai dan yang mengotorinya. Bayangkan bila mereka terpilih nantinya,pasti mau modal kembali dulu, abis itu baru mikirin rakyat. Terus kalian Demo besar-besaran mendesak mereka lengser karena korupsi,maka kalian harus intropeksi diri dulu, lha wong suaranya hasil nyogok rakyat juga kok, jadi ya wajarlah mereka korupsi. Bila mau negara ini bersih, maka mulailah dari kalian bersihkan diri dulu. (Nada serius sembari menasehati Kang.Parno dan Cak.Mus)
Kang.Parno : Ini nih Cak.Untung yang ngajakin... (sembari nunjuk Cak.Untung)
Cak.Untung : Kamu juga mau kan....? dikasih duit dan makan nasi bungkus gratis, plus uang bensin.
Bang.Mus : Sudah...sudah... (Nada keras) Kalian jangan pada ribut, mau Nomer satu, Nomer Dua, atau Nomer Tiga yang naik. Toh kalian tetap bekerja keras, tetap susah dan rakyat memang tempatnya selalu dibawah dan dikibulin dengan janji-janji manis. Kalau mau Negara ini bersih, pilih sesuai hati nurani kalian, jangan karena ada duitnya, lalu kalian pilih mereka. Bisa tambah Hancur negara ini bila pemilihnya macam kalian berdua. (Nada tegas terhadap Cak.Untung dan Kang.Parno)
Cak.Untung : Iya betul apa kata Bang.Mus,,, kebetulan tadi saya cuma lewat dipertemuan lalu dipanggil, dikasih uang dan tempat duduk yang rapi, habis itu dikasih makan enak. Jadinya saya tergiur dengan iming-iming ini Bang. (Sembari senyum sambil nada memelas)
Kang.Parno : Untungnya saya belum ikut kesana... lha wong Untungnya masih ada disini kok... Hahahahahaaaa (Tertawa terbahak sambil ngeliat Cak.Untung dan Bang.Mus ikut ketawa)
Cak.Utung : Kamu itu Kang.Parno ada-ada saja.
Bang.Mus : Sudah... intinya kita kembali inginkan pemilu jujur dan adil. Serta menginginkan para pemimpin yang amanah, maka dari itu kita juga jangan mau disogok atau mau nyoblos apabila ada iming-imingnya.
Kang.Parno : Okelah kalau begitu, saya mau lanjut keladang saja. Kamu Cak.Untung tidak mau ikut keladang..?
Cak.Untung : Tidak ahh , aku mau kembalikan saja ini duit haram, saya tidak mau suara saya dihargai dengan uang.
Bang.Mus : Nah gitu dong, kita sebagai masyarakat juga harus cerdas. Yuukk mari kita lanjutkan aktivitas masing-masing.
Mereka betiga pun bubar dengan aktivitas masing-masing.
Admin Ora Uros mengambil sumber dari : kehidupan nyata